Anda pelawat yang ke

Followers

LOCAL TIME GMT +8

Saturday, July 4, 2009

PERANAN HAM RADIO US DALAM TRAGEDI 11 SEPTEMBER
















Pada tanggal 11 September 2001 dunia telah dikejutkan dengan kejadian serangan pengganas ke atas WTC dan Pantegon,di sebalik episod trajis ini jelas dapat kita lihat ham radio telah memainkan peranan yang penting bagi menjayakan komunikasi yang disifatkan telah lumpuh.Apakan jadi sekiranya jika sesuatu negara itu tidak mempunyai ham radio?.

Antara rakan ham radio yang terkorban dan didapati hilang dalam 2 kejadian tersebut adalah:

1.Steven A. “Steve” Jacobson, N2SJ, 53, dari New York City. Beliau adalah transmitter engineer dari stesen TV WPIX
dan juga seorang anggota ARRL

2. William V. “Bill” Steckman, WA2ACW, dari W.Hempstead, New York, juga seorang transmitter engineer dari stesen TV WNBC

3 Robert D. “Bob” Cirri Sr, KA2OTD, 39, seorang anggota ARRL dari Nutley, New Jersey,seorang pegawai polis pelabuhan.ketika itu ia sedang membantu evakuasi para pekerja saat bangunan tersebut runtuh.

3.Michael G. Jacobs, AA1GO, 54, seorang anggota ARRL Danbury, Connecticut. Ia bertugas di Fiduciary Trust Company International yang berpejabat di World Trade Center

4.William Ruth, W3HRD, 58, dari Mount Airy, Maryland,terbunuh di Bangunan Pentagon. Ia adalah seorang veteran Perang Vietnam dan Perang Teluk.

World Trade Center merupakan bangunan berkembar yang tertinggi di dunia, WTC-1 berketinggian 374 m terdiri dari 110 tingkat, dan WTC-2 agak lebih rendah, 360 m,keduanya mempunyai110 tingkat.Bangunan yang sedemikian tinggi dan terletak di tengah kota selalu menjadi tumpuan bagi para pengguna radio. Di situlah letaknya antenna stesen pemancar TV, penyiaran, repeater komersial amatur mahu pun amatur radio serta berbagai peralatan komunikasi radio.Kesemuanya turut musnah apabila bangunan WTC tersebut runtuh.Begitu musibah terjadi, saluran telefon menjadi overload,keluarga mangsa yang terlibat dengan WTC yang tertimpa musibah serentak mendapatkan khabar berita ahli keluarga mereka sehinggakan komunikasi asas lumpuh.Dianggarkan 40.000 orang berada atau bertugas di kedua bangunan tersebut. Saluran komunikasi radio milik Palang Merah Amerika, lumpuh kerana kesesakan aliran berita yang begitu padat.

Para amatur radio segera menyingsingkan lengan, terutama dari ARES dan RACES. Sejak 11 September 2001 telah tercatat lebih dari 350 orang ham telah menjadi relawan,berkoordinasi dengan berbagai kumpulan penolong terutama dengan Palang Merah Amerika. Mereka memberikan bantuan komunikasi di 13 pos Palang Merah di sekitar lokasi kejadian dan pusat, beberapa pos pertolongan lainnya serta stesen net control. Mereka bekerja bergiliran dalam dua kelompok waktu kerja, lebih dari 24 orang tiap waktu kerja (shift) masing-masing selama 12 jam kerja, mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam dan 8 malam hingga 8 pagi kebanyakan mereka melanjutkan masa bertugas sehingga 3-4 jam berikutnya. Mereka yang bertugas tepat di sisi luar zero ground kawasan runtuhan bangunan WTC diharuskan melengkapi dirinya dengan alat pernafasan serta pakaian pelindungan.Begitu musibah terjadi, SATERN mengaktifkan net HF pada frekuensi 14,265 MHz untuk membantu mengkoordinasi penyaluran darah dari seluruh Amerika. Demikian juga berbagai kelab radio amatur radio terutama dari sekitar New York, bantu-membantu komunikasi yang ketika itu sesak dengan wilayah jangkauan yang terbatas akibat ikut hancurnya bebeberapa repeater amatur radio yang ditempatkan di atas kedua bangunan WTC yang runtuh.

Di Pentagon yang juga hancur luluh, sekitar 12 opertor melayani enam buah stesen amatur radio yang bertugas mendukung komunikasi logistik bagi para petugas di bawah tingkat pengawasan keamanan yang begitu tinggi. Tingkat kesulitan begitu tinggi akibat kebisingan yang dihasilkan oleh alat-alat konstruksi. Demikian pula di lokasi jatuhnya pesawat keempat, di wilayah pedesaan Somerset County western Pennsylvania.
Begitulah sedikit gambaran dari sisi pandang amatur radio mengenai saat-saat ketika tempat-tempat strategik di Amerika diserang oleh penganas, bagaimana suatu negara yang begitu canggih sistem komunikasinya bisa lumpuh total dan bagaimana sigapnya para ham yang tergabung dalam berbagai kelab amatur radio bersatu-padu menutup hancurnya sistem komunikasi setempat. “Amateur Radio’s Finest Hour”, kata mereka. (Red)

Dipetik daripada Buletin Elektonik Orari