Anda pelawat yang ke

Followers

LOCAL TIME GMT +8

Saturday, May 22, 2010

CW Daripada Kacamata Rakan Dari YB land

Trend regulasi amatir radio yang baru di dunia saat ini adalah untuk menghapuskan CW dari silabus pengetahuan yang harus dikuasai oleh para amatir radio untuk mendapatkan Ijin Amatir Radio.Hasil keputusan WRC terakhir yang tertuang di RR (Radio Regulation) terbaru, penguasaan kirim dan terima CW tidak diwajibkan lagi untuk dimiliki oleh amatir radio jika para amatir radio tersebut ingin bekerja pada HF, walaupun keputusan akhir tetap pada administrator (pemerintah atau pembuat regulasi) yang mengaturnya.Di masa lalu, sebelum keputusan WRC tersebut dikeluarkan, beberapa negara sudah mengurangi keharusan untuk beberapa kelas (tingkat) ijin amatir radio,terkecuali untuk kelas utama atau full privilege. Perlu atau tidaknya CW dapat diperdebatkan tanpa henti oleh masing-masing pencinta atau yang tidak menyukai CW.


Terlepas dari pro atau kontra, jika kita mencoba memonitor frekuensi-frekuensi yang dialokasikan untuk CW pada HF,masih sangat banyak yang bekerja dengan mode tersebut (terutama disaat ini dimana sunspot cycle berada pada titik-titik terendah).Kenapa? Menurut hemat saya, ini karena CW masih merupakan mode komunikasi yang paling sederhana, tetapi sangat handal.Memang orang bisa berkilah bahwa sekarang sudah ada mode komunikasi lain yang lebih andal misalnya PSK31, tetapi paling tidak akan diperlukan peralatan khusus untuk itu (paling tidak PC dengan keyboardnya —walaupun sekarang sudah ada transceiver yang dapat mendecode maupun encode PSK31— tetapi rig semacam ini mahal dan berat), yang sulit tersedia pada saat darurat.




Sebagai seorang amatir radio yang pada awalnya tidak benar-benar menguasai CW, menurut saya menguasai CW merupakan suatu seni tersendiri yang tidak dapat dipertukarkan dengan hal lain, atau dengan kata lain ada sesuatu yang unik dalam komunikasi  CW yang tidak akan kita jumpai pada mode yang lain. Karena itu para pencinta CW akan terus berkomunikasi dengan CW, bukan berarti mereka tidak akan berkomunikasi dengan mode yang lain (kecuali yang fanatik berat).Bagaimana dengan kita (di Indonesia)?
Menurut hemat saya jika pada saatnya pemerintah melalui departemen yang berwenang mengeluarkan peraturan amatir radio yang baru.

saya berharap Kode Morse tetap merupakan bagian dari pengetahuan yang akan diuji, walaupun mungkin hanya pada tingkatan yang paling tinggi (Penegak), dan bukan dititik beratkan pada lulus atau tidaknya tetapi lebih pada merangsang si amatir radio untuk meningkatkan ketrampilannya dalam komunikasi CW.CW jangan dianggap sebagai penghambat orang untuk naik tingkat, tetapi ujian dapat disusun agar latihan sebelum ujian tidaklah menjadi beban mental. Karena CW diperuntukkan untuk kelas (tingkat) yang paling tinggi maka mungkin keharusan tersebut dapat berupa menunjukkan adanya beberapa kartu QSL dengan mode CW.




Orang dapat berdalih, semua itu dapat diatur,tetapi hal itu kembali terpulang kepada kita (pemerintah dan kita anggota ORARI) untuk menyikapinya apakah kita akan memberikan keringanan tersebut dengan kartu QSL yang aspal? Menurut pengalaman saya, komunikasi dengan mode CW sebenarnya tidaklah sulit,asal kita mau menyingkirkan tembok mental yang menahan kita untuk mau mempelajarinya. Hal ini saya buktikan dengan rekan yang pernah saya latih. Rekan tersebut, sesudah melewati tahap “terbebas dari beban mental” tadi, hanya dalam 1 minggu sudah dapat menguasai komunikasi CW dengan kecepatan paling tidak 5 WPM. Kalau dia bisa, kenapa yang lain tidak bisa?




Menurut hemat saya ada 2 tipe pemorse:
• Mereka yang memakai kode morse sebagai sarana komunikasi
• Mereka yang ingin menjadi perfectionist dalam kode morse.




Terserah kepada kita untuk memilihnya,dan walaupun saya termasuk tipe pertama,saya tetap sangat menghargai mereka yang memilih tipe kedua, yang terkadang justru menjadi sumber inspirasi dan rujukan untuk meningkatkan kemampuan saya.CW akan tetap eksis dalam dunia amatir radio seperti juga mode AM yang tetap ditekuni oleh pencintanya yang setia. Hal ini baik bagi kita karena semakin banyak mode komunikasi yang ada, akan semakin banyak pula pilihan bagi mereka yang ingin lebih menekuni hobi amatir radio ini.Tidak ada mode yang lebih hebat dari yang lainnya, masing-masing mempunyai keunikan sendiri — suatu topik yang rasanya tidak dianjurkan atau perlu lagi untuk diperdebatkan (!).Menurut hemat saya, apakah nantinya CW tetap dijadikan keharusan untuk menjadi amatir radio atau tidak, kita mempunyai

kewajiban untuk melengkapi diri kita dengan ketrampilan/pengetahuan apa pun yang belum kita kuasai, karena kita tidak tahu kapan ketrampilan atau pengetahuan tersebut akan diperlukan atau harus kita gunakan, terutama dalam keadaan darurat. Ingat, sebagai amatir radio kita mempunyai kode etik yang harus kita junjung tinggi dan sesuai dengan kode etik tersebut kita harus melengkapi diri dengan pengetahuan yang dibutuhkan terutama ketika tenaga atau ketrampilan kita dibutuhkan untuk negara atau pun untuk hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas kemanusiaan



CUAGN SN ON THE BAND, VY 73 DE
YB1BOD/6 SK


Baca dan baca untuk fahami apa yang cuba disampaikan,saya agak sukar untuk menukar kedalam bahasa melayu apa pun saya harap anda memahaminya.


Dipetik daripada Orari news 2006




































































































No comments: